Laman

Selasa, Agustus 14

Long Time No See






Ah, hola!
Lama tak berkunjung disini menyapa blog tercinta :)
Bekunjung sih, sekali- kali aja, buat blog walking. Tapi tidak untuk menulis, sedih deh. Bahan ada banyak, tapi waktu terlalu singkat. Demi apa, kegiatan dunia nyata menguras energi dan juga waktu. Jadi ketika seharusnya bisa digunakan untuk menulis, saya memilih untuk istirahat alias goler- goler nonton igstory, window shopping di shopee, atau intip-intip traveloka. Akhir- akhir ini santai- santai receh gitu udah bikin otak dan mata terhibur. Yha, memupuk impian itu kadang dengan intip-intip dikit lah sama kehidupan orang lain atau window shopping gak kena biaya parkir (alias di e-commerce). Dikit aja, sesedikit dan sebentar apapun kadang udah bikin angkat tangan, gak sanggup!! Hahaha 😁😁


Ya gitu deh, saya memang gak benar- benar menyisihkan waktu untuk menulis. Udah keburu capek badan, otak jadi malas mikir. Padahal saya menuntut diri untuk selalu menulis biar otak selalu kepake mikir. Gak hanya mikir satu dua kalimat buat igstory atau curhat di twitter. Tapiiii...antara pengen 'kerja' dan istirahat itu saya memilih istirahat. Gak mau memaksakan diri, kalau bisa tidur 30 menit di siang hari, saya milih tidur. Duh, yang kerja kantoran pasti sebel nih, hahaha. Gak mau memaksakan diri untuk badan kerja terus, karena sejatinya kesehatan itu nomer satu. Salah satu indikator sehat adalah istirahat yang cukup. Cukup buat saya adalah tidur malam 6-7 jam plus kalau ada bonus 30 menit di siang hari (jarang!!).


Saya nih udah mulai bangun dan ngapa-ngapain dari jam 06.00, sampai jam 8.00 urusin Siena berangkat sekolah pun sarapan T.  Setelah itu saya harus kerja rodi antara jam 8.00-12.00 semua kerjaan rumah tangga sekaligus kerjaan 'kantor' harus selesai. Kenapa? Karena jam 12.30 harus jemput anak sekolah. Kalau anak udah pulang sekolah, udah deh, anak lagi anak lagi. Dari ngajak main, makan siang, kejar- kejar tidur siang, dll. Gak bisa ditinggal, harus ditempelin terus. Sekalinya 'meleng' pasti dia cari perhatian, mulai dari boneka dikasih minum jatahnya dia, sampai cereal disusun- susun di lantai 👻👻 #lelahdotcom .


Biasanya kalau bocah tidur siang, saya cepet- cepetan mengerjakan gawean yang belum selesai. Harusnya bisa untuk nulis blog tapi biasanya kerjaan belum selesai. Hfff....Nanti sorean anaknya bangun, ya gitu, anak lagi anak lagi sampai dia tidur malam. Apa lagi si bocah itu habis bangun tidur sore pasti makan sore, nanti jam 20.00 minta makan lagi. Ribet lah mau ngapa- ngapain kalau ada anak, suka ikut- ikutan walaupun sudah dikasih jatah mainan atau alat gambar sendiri, tetep gak afdol kalau gak ikut kerjaan emak bapaknya. Ya gak?! Pokoknya saya baru bisa selonjoran bebas tugas itu diatas jam 23.30 😠


Ini merupakan pekerjaan rumah yang sulit buat saya, sebagai ibu rumah tangga plus ibu bekerja dari rumah, tambahan lagi kalau masih mau eksis di dunia maya. Gils abees....Tapi kalau Diana Rikasari aja bisa, masa saya enggak, hahahaha. Buset ya cari saingannya DR aja loh gue. Yaudah deh Mbak Ayang Cempaka kalau gitu 😂😂 Pokoknya sumpah enakan kerja di kantor, jauh dari anak kalau mau fokus. Tapi kalau memang kondisi tidak memungkinkan, ya harus banget multitasking tingkat dunia akherat 😍


Akhirnya, sampai jumpa di tulisan berikutnya, yang lebih berbobot dan bermanfaat isinya, tapi gak tau kapan terbitnya :)))



***



Jumat, Mei 11

Don't Try This :
Terlalu Bergantung Terhadap Orang Lain





Hff... jadi saya sering menemukan kasus, dimana ada orang dikit- dikit bergantung dengan pendapat orang lain. Lebih jelasnya, sering sekali bertanya dan berdiskusi ketika akan membuat keputusan. Hal tersebut selain mengulur waktu, jelas itu menunjukkan kita terlalu bergantung terhadap orang lain.


Sekarang gini deh, apa sih yang membuat kalian sulit membuat keputusan? Sampai- sampai harus berdiskusi panjang lebar dengan orangtua/ suami/ pacar/ teman?


Keputusan yang besar memang kadang perlu didiskusikan terlebih dengan orang-orang yang berkepentingan. Lah, kalau sesederhana mau beli voal warna dusty pink atau green tea aja mesti nanya pacar? Itu kudu piye ya...?


Jumat, April 27

Preview :
Nyepi Di Bali


Ogoh-ogoh



Beberapa teman heran, kenapa saya memilih merayakan Hari Raya Nyepi di Bali? Ketika orang- orang berbondong- bondong keluar dari Bali. Memangnya bisa apa/ngapain aja? Bukannya gak ada listrik? Emang bisa internetan? Kan gak boleh keluar rumah....dan berbagai pertanyaan lainnya.


Tenang. Gak se-kelam itu kok. Malah menyenangkan dan seru sekali. Rencana tahun depan kita bakal balik merayakan Nyepi di Bali lagi.


Happy weekend!








Selasa, April 17

The Body Shop Review
Drop Of Youth - Youth Concentrate





Ini kali pertama saya mengulas sebuah produk kecantikan (baca : skincare). Dasar bukan ahli dibidangnya sih, jadi saya minta maaf dulu ya kalau review-nya abal-abal :)) Yah, tapi saya mencoba memberi ulasan sebaik dan semudah mungkin untuk dimengerti. 


Misal memang mengulas sebuah produk (ternyata) cukup mudah dan tinggi antusiasnya, (mungkin) saya berniat menjadikan review product menjadi sebuah lahan menulis. MUNGKIN YHAAA~ Secara eike malesnya kebangetan.



Oya buat yang belum tau, saya memang beberapa tahun belakangan ini konsen banget menggunakan produk yang ber-embel-embel anti aging. Kenapa? Boleh baca dulu di sini : AGING GRACEFULLY


At least, kulit saya bukan termasuk kulit yang selalu bermasalah. Ada kok masalahnya tapi gak drama banget, hehehe. Kondisi kulit cenderung normal to dry skin.

Udah lah, yuk ah, cuss...


___

Rabu, April 4

Aging Gracefully





Beberapa tahun terakhir saya tertarik sekali untuk menggunakan skincare yang membawa bendera "anti aging" :) Enggak sih, saya gak anti penuaan, hanya anti dianggap lebih tua dari usia sebenarnya, hahaha. Gak lucu kan ya, umur 30 tahun nanti dikira anak empat belas tahun.

Nah, kenapa saya cepat- cepat menggunakan skincare ber-anti-aging?

Secara yaaaa... I am getting a year older, it comes with eyebags, dark circle, and (of course) fine lines !! Mau gak mau saya mulai melirik rangkaian skincare yang membawa embel-embel anti aging :)) Pokoknya sebisa mungkin cari skincare yang punya ciri khas anti penuaan dini. Yang ujung- ujungnya harga jauh lebih mahal, malahan banyak yang gak affordable di kantong (saya!).