Laman

Jumat, November 10

Travelling Alone With A Toddler

Pernah punya harapan suatu hari ada namanya ‘girls day out’ bersama putri tersayang. Eh, kejadian deh satu bulan yang lalu :) Bukan seharian jalan- jalan berduaan, tapi semalam tidur berduaan dan aktivitas setengah hari keesokan harinya.


Sejak Siena berumur satu bulan, saya sudah sering traveling bersamanya. Baik dalam kota maupun luar kota (oke, belum berhasil ajak Siena ke luar negeri –ini PR) , baik jalan darat maupun udara. Namun kali ini saya hanya pergi berdua saja, tanpa suami atau eyang-eyang. Jujur loh, saya agak mikir ketika saya memang harus naik pesawat berduaan saja dengan Siena. Aduh gimana ya persiapan berangkat dari rumah, gimana ini bawa barang-barangnya, kalau tiba- tiba dia pup, dll. 


Tapi ya gimana lagi, gak ada yang bisa diajak barengan juga. Kebetulan saat itu T lagian ada acara Bandung, nah daripada mondar- mandir Jogja-Bandung-Jogja-Jakarta-Jogja, mendingan kita langsung aja ketemuan di Jakarta. Selain irit waktu, tentunya irit ongkos juga kan?! Sementara kalau naik pesawat Jogja-Jakarta hanya 1 jam saja, gak terlalu lama, jadi saya juga gak lama- lama banget kalau mesti rempong. Hmm...kayak setiap hari gak ribet urus anak pecicilan aja!


Ternyata seru juga loh pergi berduaan. Pastinya Siena excited banget setelah sekian lama gak diajak naik pesawat lagi, hehehe. 


Rencana liburan ini sudah dari jauh hari, hanya saja waktunya maju mundur. Saya datang ke Jakarta dalam rangka nikahan sepupu, tapi ya gitu deh, dia kasih tanggalnya maju mundur. Auk deh, untungnya kasih tau deal tanggalnya gak mepet- mepet amat. Sedangkan mendekati tanggal pernikahan tersebut orangtua saya dan T udah punya acara sendiri di luar kota. Maunya sih berangkat bareng adik saya, tapi dia kan berangkat selepas Jumat jam kerja, sedangkan saya mau jalan- jalan dulu di Jakarta, hehehe. Mau gak mau saya dan Siena berangkat lebih dulu dari rombongan dan pergi berduaan saja deh.


Oya, T sudah pergi ke luar kota kurang lebih lima hari sebelum saya berangkat. Jadi Siena sudah dikasih tau kalau besok bakalan naik pesawat buat ketemu Papa, gitu. Saya melakukan afirmasi positif ke Siena, bahwa kita hanya pergi berdua saja naik pesawat, diharapkan Siena ‘baik-baik’ saja selama perjalanan. Saya sih sebenarnya gak terlalu khawatir, karena berdasarkan pengalaman, kalau naik pesawat pasti Siena TIDUR. 


Tau gak kenapa? 

Selasa, November 7

Something About Dreams





Self reminder.
Bahwasannya kalau pula punya mimpi ya jangan dibawa tidur saja. Nanti ujungnya sekedar menjadi bunga mimpi. 'Kerja' dong, masa goler- goler sambil makan chiki....Hehehe.


Anw,  life is not so bad if you have plenty of dreams but please with not too much imagination.
Good nite all!



*



Kamis, November 2

Resep :
The Best Spaghetti Bolognese





Spaghetti merupakan salah satu masakan yang cukup mudah dibuat. Ini salah satu andalan jika saya 'malas' memasak. Lah, memang kapan rajinnya? Hehehe. Saya tipe tukang masak yang males ribet, ribet maksudnya (1) bahan dan bumbu gak usah macam- macam, (2) peralatan masak sesimpel mungkin. Jadi, kalau disuruh masak masakan Indonesia, saya mending pencet- pencet Go-Food aja.


Read More : Oseng- Oseng Ceker


Berbicara masalah spaghetti, saya sebenarnya lebih suka spaghetti carbonara dibanding bolognese. Nah, tapi kalau di rumah bahan dasar untuk membuat bolognese lebih lengkap, kenapa tidak? Bikinnya mudah dan cepat, pastinya satu rumah suka semua!  Let's go...


Jumat, Oktober 27

Bakmi Jawa Enak Di Jogja :
Bakmi Jowo Mbah Gito






Saya bukan penggemar bakmi atau pun mie jawa, tapi setiap kali ada teman atau kerabat yang datang ke Jogja, ujung- ujungnya minta diajak makan di tempat makan khas Jogja. Apa dong makanan khas Jogja, yang suka dikangenin? Gudeg? Ya, salah satunya. Salah duanya tak lain dan tak bukan adalah Bakmi Jawa. Lama kelamaan lidah saya sungguh familiar dengan mie jawa, khususnya mie godhog (mie rebus). Ini jadi makanan favoritnya Siena, aslik! Setengah porsi dewasa bisa dia habiskan dalam sekali sesi makan. Ini anak umur dua tahun loh....Bisa milih banget. Pizza, macaroni, spagheti- NOOOO, but mie godhog is super YES. Lidah Jawa gak bisa boong ya, Nak.


Mie Jawa ini rasanya khas, kalau kalian tinggal di luar Jogja, pasti akan sulit untuk menemukan 'rasa' bakmi jawa khas Jogja. Mungkin di Jakarta atau Bandung ada juga penjual mie jawa, tapi saya yakin tekstur mie dan bumbu- bumbunya berbeda sekian puluh derajat. Nah, bakmi jawa asli Jogja ini yang suka bikin kangen! Ya gak...?  *helooo pekerja Jakarta yang asli Jogja/ pernah sekolah di Jogja, dadah-dadah....*


Mie Jawa itu kalau menurut saya ada dua versi, (1) Mie Goreng, (2) Mie Godhog. Khasnya adalah ketika mie dimasak satu persatu (satu porsi satu kali memasak), diatas tungku anglo (tanah liat) dengan sumber api dari arang. bakalan beda banget rasanya kalau mie jawa dimasak diatas kompor gas, apalagi dimasak sekaligus banyak untuk sekian porsi. Bahan dan bumbu akan diracik satu per satu, ditambah suwiran ayam kampung dan telur ayam kampung/ telur bebek. Hmm...super ngiler! Yes, ini lah yang bikin unik dan lama datangnya, hahahaha. Gak afdol kalau mesan mie jawa tapi gak lama nunggunya :p

Oya, biasanya ada beberapa menu yang ditawarkan oleh warung mie jawa, antara lain ; mie goreng, mie godhog, magelangan, nasi goreng jawa, balungan, dan rica- rica ayam. Tapi gak banyak sih yang menyajikan banyak menu seperti ini. kebanyakan sesederhana mie goreng dan mie godhog saja, titik.


Tapi berbeda dengan tempat yang satu ini, BAKMI JAWA MBAH GITO. Di tempat ini, menu yang ditawarkan sungguh beragam, pun dengan minumannya. Jadi bagi wisatawan luar kota punya banyak pilihan menu makanan.


Minggu, Oktober 22

Botol ASI Mana Yang Lebih Baik :
Botol EX-UC VS Botol Karet Vial




Sesuatu yang paling baik pasti diberikan orangtua kepada anaknya. Terlebih bagi seorang Ibu kepada anak bayinya. Salah satu yang terbaik adalah memberikan ASI selama minimal enam bulan. Pemberian ASI sendiri bisa secara langsung (menyusui langsung) atau menggunakan wadah lain  (pipet, spuit, dot, sloki, dll) berisi ASI perah.

Apakah seorang Ibu wajib memerah ASI-nya? Gak harus kok, tapiiii...jika :
  • Kalian adalah Ibu bekerja dan harus meninggalkan anak bersama pengasuh atau day care.
  • Produksi ASI mengalami over supply. Yang artinya jumlah kebutuhan anak dengan menyusu langsung sudah terpenuhi, namun ASI di dalam payudara masih penuh. Sebab, payudara wajib dikosongkan untuk menghindari mastitis.
  • Butuh cadangan ASI jika sewaktu- waktu harus meninggalkan bayi di rumah.